Sejarah Perguruan Silat Sin Lam Ba

 

pa-toha-bin-siing3

Moh. Toha bin Sieng

SEJARAH PERGURUAN SILAT SIN LAM BA

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sejarah Ilmu Sin Lam Ba berasal dari H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten. Syekh Abdul Karim Banten, tokoh tarekat Qadiriyyah yang terkenal di Asia Tenggara di akhir abad 19 (salah satu Imam Masjid di Mekah, berdasarkan keterangan keluarga beliau). Setelah pecahnya perang Banten yang digagalkan Belanda 1888, putra-putra beliau menyingkir ke pedalaman Kerawang Utara (tujuan pertamanya ingin ke Sultan Agung di Demak, karena suatu hal mereka terdampar di daerah Karawang Pantai Pakis Kertajaya) sekitar 15 KM Timur Laut Rengas Dengklok dan mendirikan sebuah pesantren.

Rombongan ini di pimpin putra beliau yang belakangan di kenal dengan nama H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten (wafat ± 1939-an dalam usia hampir 100 tahun) yang kemudian memberikan pengajaran ilmu Hikmah kepada Pak Toha bin Sieng dari Betawi (Tebet-Menteng Dalam) dan dilanjutkan (oleh salah satu muridnya Alm. H. Harun Achmad).

Sebelumnya, Pak Toha bin Sieng yang lahir pada tanggal 15 Agustus 1889 dan wafat pada tanggal 8 Desember 1957, merupakan opsir Belanda Desersi (seorang tokoh pendekar yang disegani di Betawi), dan kemudian berniat pergi mencari ilmu Hikmah (sekitar tahun 1934) ke daerah Kulon (Banten). Ditengah perjalanan di dalam kereta api, Pak Toha bin Sieng bertemu dengan seorang kakek-kakek/sosok orang tua, dia menyuruh Pak Toha untuk pergi ke daerah Wetan (Karawang). Konon setelah memberitahu kepada Pak Toha, kakek-kakek/orang tua tersebut menghilang/dicari lagi sudah tidak ada ditempatnya. Akhirnya Pak Toha bin Sieng menuruti nasehatnya untuk pergi ke suatu tempat yang ternyata pesantren milik bapak H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten dengan tujuan untuk menuntut ilmu Hikmah karena secara ilmu kependekaran (istilahnya) bapak Toha merasa sudah cukup, karena konon di Betawi dia sudah dikenal di dunia persilatan pada masa itu (pendekar Toha dari Betawi).

Singkat cerita di pesantren tersebut Pak Toha bin Sieng tidak langsung diberi ilmu Hikmah, melainkan beliau diberi tugas sebagai Marbot (penjaga masjid), yang bertugas untuk membersihkan masjid dan mengisi air untuk berwudhu. Setelah 2 tahun 10 bulan (Dua Tahun Sepuluh Bulan) berselang, barulah. H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten mengijinkan Pak Toha bin Sieng (dan enam putra H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten). Untuk mengambil salah satu Manuskrip/kitab (gulungan rokok kaung) yang ada di langit-langit masjid (dilakukan pada waktu malam Jum’at pada saat Nisfu syah’ban menjelang bulan Ramadhan). Gulungan yang terdapat di dalam salah satu kumpulan kaleng rokok kaung (kumpulan kulit jagung) salah satu gulungan yang diambil bertulisan huruf arab gundul yang dapat diartikan “ Intisari dari ilmu keberkahan dunia dan akhirat dan “ ilmu yang bekerja jika dizalimi orang lain “ merupakan salah satu ilmu yang terkandung di dalamnya, kemudian H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten memberikan wejangan dan amalan (Zikir) kepada Pak Toha bin Sieng.

Setelah 2 tahun 10 bulan (dua tahun sepuluh bulan) meninggalkan Betawi, Pak Toha bin Sieng kembali ke Betawi (Tebet) sekitar tahun 1937. Sesampainya di Tebet keluarganya kaget melihat kedatangan Pak Toha bin Sieng yang dikira telah meninggal. Setelah itu Pak Toha bin Sieng bertemu dengan adiknya yang sudah lama mencarinya. Adiknya yang juga seorang jawara, penasaran akan ilmu yang didapat oleh kakaknya itu. Setelah menceritakan tentang ilmu yang didapat dari H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten, Pak Toha bin Sieng masih belum bisa mengerti atau memahami fungsi dan kegunaan ilmu tersebut. Sang adik pun disuruh oleh Pak Toha bin Sieng untuk menyerangnya dari dapur (serangan pukulan jarak jauh), tiba-tiba dari ruangan tamu, Pak Toha bin Sieng terkejut mendengar suara gaduh dari arah dapur. Di lihatnya sang adik menggelepar seperti ayam terpotong di dapur (dekat tungku). Dengan kebingungan Pak Toha bin Sieng menyembuhkannya secara spontan dengan menyebut Bismillah, Istighfar dan Allahu Akbar, lalu mengusapkan (dikebet) tangannya ke tubuh adiknya itu, setelah itu adiknya kembali sadar seperti semula.

Dan dari peristiwa itu Pak Toha bin Sieng baru menyadari salah satu manfaat ilmu yang didapat dari H.Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten. Setelah itu barulah Pak Toha bin Sieng mengajarkan dan mengembangkan jurus silat tangan kosong dan jurus golok muka dua (jurus Pak Toha (1938-1957). Selain itu Pak Toha juga mengajarkan Ilmu Hikmah (Tenaga Dalam), yang didapatkan dari H. Oddo bin Syekh Abdul Karim. Tak lama berselang dalam tafakur malamnya ± 40 hari, Pak Toha menciptakan suatu jurus tenaga dalam Ilmu Hikmah, yang niat awalnya untuk mempersatukan semua murid yang belajar ilmu silat luar (tangan kosong/jurus golok) dan tenaga dalam (Ilmu Hikmah) baik dari kalangan keluarga maupun masyarakat umum. Jurus itu bernama Langkah Lima, dan hingga sekarang jurus itu dipakai sebagai jurus wajib bagi setiap ikhwan/akhwad (murid-murid) PS. Sin Lam Ba di seluruh pelosok nusantara.

Ada beberapa periode perjalanan & perkembangan PS. Sin Lam Ba, yaitu :

1. Periode Kepemimpinan Bpak Moh. Toha bin Sieng.

Pada saat itu Pak Toha belum memberikan nama Sin Lam Ba. Masyarakat umum lebih banyak mengenal ilmu yang diajarkan Pak Toha itu sebagai ilmu kontak, Ilmu Bathin, Ilmu Setrum, Ilmu Lembu Sekilan, Ilmu Jeblak, dan lain –lain.

Sekitar tahun 1952 atas saran adik ipar Pak Toha bin Sieng yaitu H. Harun Achmad bin Achmad, yang lahir pada tanggal 12 Desember 1923 dan wafat pada tanggal 24 Oktober 1997, beliau berserta murid lainnya mengadakan suatu pertemuan yang berlangsung di Tebet Timur – Jakarta Selatan. Pertemuan itu membahas masalah nama perguruan. Atas saran dari H. Toyib bin Fulan (seorang tokoh ulama dari Tebet Timur/guru ngajinya H. Harun Achmad bin Achmad), maka terbentuklah suatu nama perguruan yaitu “Sin Lam Ba” (Saudara Lahir Batin). Semenjak itu meluaslah nama Sin Lam Ba ke setiap daerah Nusantara, termasuk dikalangan warga keturunan Cina di daerah Kota, Golodok – Jakarta. Dan semenjak itu pula kalangan perguruan silat Tenaga Dalam mengakui bahwa Sin Lam Ba merupakan perguruan Tenaga Dalam tertua di Betawi (Jakarta).

Sebagai perguruan Tenaga Dalam yang tertua, maka wajar jika Sin Lam Ba dapat disebut sebagai sumber inpirasi dari perguruan-perguruan Tenaga Dalam yang berkibar setelah era 1950-an. Salah satu perguruan Tenaga Dalam (Ilmu Hikmah) yang masih dibawah garis keilmuan/kepewarisan dengan Sin Lam Ba yaitu perguruan “Al-Hikmah “ yang didirikan oleh H. Syaki Abdul Syukur/Abah Syaki/Ki Syaki dari Cisoka. Abah Syaki mendapat ilmu dari H. Iri. H. Iri sendiri merupakan salah satu murid dari Pak Toha bin Sieng. (bisa dibilang H. Iri adalah murid generasi ke-III pak Toha). Jadi, Abah Syaki/Ki Syaki TIDAK BEAJAR LANGSUNG dengan Pa Toha bin Sieng. (sebagaimana yang dijelaskan H. Abdul Rauf Achmad sebagai adik ipar sekaligus assistennya pa Toha bin Sieng kemanapun pa Toha mengajar silat dari Jakarta-Bogor-Bekasi dan sekitarnya)

Dan sekaligus men-klarifikasi bahwa di daerah Kebon Baru – Tebet Jak-Sel, ada orang yang bernama Toha juga namun bukan Toha bin Sieng. Pa Toha  Kebon Baru memang benar belajar ilmu ini dari seorang guru Al Hikmah sehingga ada kerancuan dikalangan masyarkat dunia persilatan bahwa pa Toha bin Sieng (Moh Toha bin Sieng) belajar Al Hikmah atw PS. Sin Lam Ba bersumber dari Perguruan Al Hikmah, itu SALAH.

Pada zaman Pa Toha bin Sieng, perkembangan perguruan Saudara Lahir Batin (Sin Lam Ba) waktu itu sangat luas sehingga tidak menutup kemungkinan adanya anggota2 yg benar2 ingin belajar dan yg ingin tahu saja serta yg punyab misi khusus, seperti menambah bekal ilmu silatnya untuk dikembangkan lagi ditempat ia belajar silat agar lebih lengkap seklain silat fisiknya sehingga  pd zaman itu pula ada bebrapa anggota yg mndirikan perguruan sendiri dgn pelajarn yg mirip dgn yg diajarkan pa Toha dan saat itu ada yg bisa diselasaikan secara kekeluargaan namun ada juga yg tdk bisa.

Pada zaman kepemimpinan Pa Toha bin Sieng, penerimaan anggota/murid sangat terbuka bagi siapa saja sehingga semakin banyaklah orang-orang yang ingin mempelajari ilmu kontak dari Pa Toha bin Sieng. Sehingga saking terbukanya penerimaan anggota pada saat itu maka tidak menutup kemungkinan, para pendekar/jawara dan ahli silat dari segala penjuru tanah air berdatangan ingin memperoleh ilmu tersebut. Karena tidak adanya filter/proteksi pada zaman itu maka tidaklah heran banyak beberapa perguruan silat/pelajaran tenaga dalam sekarang ini yang mirip2 dengan pelajaran PS. Sin Lam Ba saat ini. Ini karena zaman itu Indonesia masih mengalami penjajahan dari Belanda sehingga misi dari alm. pa Toha bin Sieng adalah memberi bekal tambahan kepada pemuda2/masyarakat dalam berjuang merebut & mempertahankan kemerdekaan.

2. Periode Kepemimpinan H. Harun bin Achmad

Sepeninggal Pak Toha (1957) PS. Sin Lam Ba mengalami kemunduran aktifitas masing-masing murid Pak Toha kehilangan orang dituakan. Setelah sekian tahun salah satu keluarga (adik ipar) yang juga merupakan murid Pak Toha Yaitu alm. H. Harun Achmad berhasil memajukan PS. Sin Lam Ba diberbagai daerah nusantara dan dibeberapa negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Jepang. Kemudian atas saran para ulama di Tebet juga nama Sin Lam Ba yang tadinya berarti Saudara Lahir Bathin diperhalus secara Islami dengan Sa’adah (Bahagia), Latifah (Halus/bijaksana) dan Barokah (Berkah). Dengan filosofi yang terkandung di dalamnya adalah rasa kebahagian kita sebagai hamba Allah hendaknya selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita, bukan harta yang membuat kita bahagia karena bila kita mensyukuri nikmat Allah, niscaya Allah akan menambahkan nikmat itu. Serta bersikap halus/lemah lembut dan bijaksana kepada siapa saja baik kawan maupun lawan, Insya Allah kita akan mendapatkan Berkah/serba berkecukupan – tidak sekedar materi tapi keberkahan yang lain yang tidak diduga-duga datangnya. Begitu pesan dan penuturan alm. bpk H. Harun Achmad (alm) kepada setiap anggota PS. Sin Lam Ba.

Dan tradisi peninggalan pa Toha bin Sieng dalam pensyariatan anggota juga dirubah dari penyediaan makan pisang, biskuit dan susu diganti dgn makan ala prasmanan, seperti makan nasi uduk betawi, semur rendang, semur jengkol, opor, dsb. dengan maksud menghindari kesalahan persepsi yg berkembang dlm memahami pemberian ilmu tsb kpd calon anggota sehingga terhindar dari hal2 yg berbau klenik yg mengarah ke syirik. Demikian pula dengan Amalan2 yg diberikan Pa Toha bin Sieng yang kurang Islami (menjurus kearah ke-batinan/ke-Jawen) DIHAPUSKAN oleh alm H. Harun Achmad dan diganti dengan do’a yang bersumbr langsung dri Al Qur’an dan Al Hadits dimana setiap do’a dicantumkan Nama Surat dan Ayat Al Qur’an serta sumber Hadits Shahi. Jadi singkatnya Periode alm. H. Harun Achmad sdh ada perbedaan dlm pemberian amalan dengn periode yg diajarkan alm bpk. Moh. Toha bin Sieng. Sifat amalan tsb. sbgai do’a yg dibaca setlah sholat 5 waktu bukan amalan khusus utk menambah/memperdlm ilmu Tenaga Dalam, dan tdk ada hubngannya, hanya pesan beliau (alm. H. Harun Achmad) bacalah do’a ini semata2 ikhlash karna Allah Ta’alla yg Insya Allah ada manfaat & barokahnya (tdk disebutkan manfaat utk apa, dimana setiap anggota/ikhwan/akhwat PS. Sin Lam Ba akan memperoleh manfaat & barokah dari Allah SWT, yang Insya Allah itu berbeda-beda/ tdk sama tergantung amal ibadahnya /ke-taqwaan ikhwan/akhwat masing2.

Sebagai tambahan informasi terakhir bahwa sejak jaman meninggalnya pak Toha bin Sieng banyak murid-murid beliau yang putus komunikasi sesama anggota/sulit dicari keberadaannya sehingga ada yang tetap mengembangkan garis keilmuan Sin Lam Ba dengan masih menggunakan nama Sin Lam Ba (saudara lahir batin), tapi ada juga yang sudah menggantinya antara lain : perguruan Al Hikmah, Al Barokah, Al Jabbar, dsb. (konon perguruan silat yang mirip-mirip sin lam ba dalam berlatihnya  menggunakan kedutan PERUT adalah masih garis keilmuan dari sin lam ba sendiri walau banyak dari pendiri perguruan tersebut tidak menjelaskan kepada anak/murid dan garis keturunannya tentang asal muasal ilmunya bahkan ada yg mengarang cerita bahwa ilmunya didapt dari semedi/bertapa/wangsit, dsb – menurut para sesepuh tenaga dalam). Pada zaman Pa Toha bin Sieng pun ada bebrapa yg mencoba berdiri sendiri dgn mngganti/membuat nama sendiri . Demikian pula zaman H. Harun Achmad, ada yang bernama Sin Lam Ba SEJATI (yang keilmuannya juga berasal dari gurunya yang katanya belajar dari Pak Toha bin Sieng). Kemudian periode garis keilmuan dari alm bpk H. Harun Achmad ada yang berganti nama yaitu : PPS Panca Daya yang dulu adalah Perwakilan/Cabang PS. Sin Lam Ba Depok (pendirinya perawat Sin Lam Ba Depok waktu itu, bpk. Gondo Soewandito yang dulu dikenal dengan ‘Tai Chi dari Depok”), Al Inayah yg dulu adlah PS. Sin Lam Ba Cabang Bogor (pendirinya perawat Sin Lam Ba waktu itu bernama bpk. Achmad D. Danusaputra di IPB Bogor – terakhir berubah nama menjadi SEROJA PUTIH). Dan ada yang masih menggunakan nama Sin Lam Ba, yaitu : PPS Sin Lam Ba Cilandak, (pendirinya perawat alm. Ibrahim Adi) yg sekarang diteruskan oleh murid2nya yg bertempat tinggal di daerah Bintaro Jaya sektor 4 dan Sin Lam Ba (Saudara Lahir Batin) dan ada juga yang beralamat di Jl. Suci (Kramatjati) – Jakarta Timur (perawatnya pa Yaya). Sedangkan di daerah Leuwiliyang-Bogor juga ada yg mash mnggunakan Sin Lam Ba (Saudara Lahir Batin), yg mana mrka sumbernya berasal dari Pa Toha bin Sieng /pendirinya adalh salah seorang murid pa Toha bin Sieng. Hingga sekarang ini ada beberapa tempat di wilayah Nusantara yg memakai nama Sin Lam Ba namun tdk jelas asal usul keilmuannya, apa dari garis murid pa Toha bin Sieng atw H. Harun Achmad, seperti di daerah Sulawesi (Makassar & Gowa), Maluku, Papua, Aceh.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh dunia persilatan baik itu Guru Besar perguruan silat /tokoh pendekar lain/ulama/Kyai yang belajar secara pribadi langsung dgn alm. H. Harun Achmad diantaranya, seperti : Pendiri Karate “Black Panther”, dan beberapa pendekar Betawi/beberapa tokoh agama/Birokrat/selebrity yg sebagian besar mereka belajar secara pribadi bukan secara organisasi.

Dan untuk sementara ini PS. Sin Lam  Ba ber-Sekretariat Pusat di Jl. Tebet Timur VII Jakarta Selatan Telp. (021) 830 6129 sedangkan Ketua Dewan Perawat dan Sesepuh PS Sin Lam Ba adalah adik kandung alm H. Harun Achmad yaitu H. Abdul Rauf bin Achmad (Cang Rauf) di daerah Menteng Dalam – Jakarta Selatan dekat TPU Menteng Pulo.

Demikianlah untuk sementara sejarah mengenai keberadaan – asal muasal keilmuan khususnya ‘Tenaga Dalam’ – dari Perguruan Silat Sin Lam Ba yang ada sekarang ini. Kami mohon maap kiraanya penjelasan ini terpaksa kami tampilkan disini agar semua pihak bisa MENGERTI & PAHAM akan sebuah Perjalanan Sejarah dari sebuah nama besar Perguruan Silat Sin Lam Ba, karena baik-buruknya/pahit-manisnya jalannya sebuah sejarah harus disampaikan, tidak boleh ditutup-tutupi dan tidak bisa dipungkiri dan disangkal selama saksi hidup/pelaku sejarah itu masih ada.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Narasumber:

  1. Cucu Alm. H. Oddo bin Syech Abdul Karim Banten di Karawang (di daerah makam H. Oddo bin Syech Abdul Karim Banten)
  2. Alm. Hj. Dawiyah ( istri Alm. Pak Toha ) Bambu Apus Taman Mini-Jakarta Timur
  3. Alm. H. Harun Achmad bin Achmad Kebon Baru-Tebet
  4. Hj. Rohayah bin Moh. Toha (Anak kandung Alm. pa Toha bin Sieng),  ustadzah/tokoh masyrakat di Bambu Apus, Jak-Tim
  5. Keluarga Bapak alm. Sarbini Achmad ( Sesepuh Sin Lam Ba Tebet Timur – Jakarta Selatan)
  6. H. Abdul Rauf Achmad (Ketua Dewan Perawat & Sesepuh PS. Sin Lam Ba)
  7. Alidin (Ketua Dewan Pelatih Perguruan Silat Sin lam Ba) di Pusat, Tebet Jakarta.

~ oleh Perguruan Silat Sin Lam Ba Pusat pada Januari 10, 2008.

22 Tanggapan to “Sejarah Perguruan Silat Sin Lam Ba”

  1. Assalamu ‘alaikum wr.wb.

    Pertama-tama saya mengucapkan salut dan gembira dengan adanya wesite Sinlamba ini. Dengan demikian, segala informasi tentang Sinlamba akan mudah didapatkan.

    Lewat website ini saya ingin menanyakan, apakah Sinlamba berencana mengembangkan cabang perguruan hingga ke Kalimantan, khususnya Banjarmasin ? Jika memang ada perencanaan untuk mendirikan cabang di Banjarmasin, tentunya akan menjadi berita yang bagus sekali. Hal demikian disebabkan cukup banyaknya ikhwan al-Hikmah yang terdapat di Banjarmasin, sehingga akan terasa lengkap jika mempelajari Sinlamba yang merupakan warisan Syaikhuna Toha.

    Dari susunan Narasumber terdapat sumber informasi dari “Cucu Alm. H. Odo bin Abdul Karim”, bisakah saya mengetahui nama beliau dan di manakah letak lokasi makam H. Odo bin Abdul Karim Banten ?
    Jika nama dari Cucu Alm. H. Odo bin Abdul Karim Banten serta lokasi makam Alm. H. Odo tidak sepatutnya untuk dipaparkan di sini, mohon agar diberitahukan lewat email saya.

    Saya sangat berbesar harap sekali untuk mengetahui fakta ini, karena hal demikian merupakan “bagian sejarah” untuk dipelajari dan dipahami, agar informasi yang didapat benar-benar valid.

    Sebelum dan sesudahnya saya haturkan terima kasih. Mohon maaf jika ada kalimat yang khilaf dan tidak sepantasnya.

    Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

    • Sin Lam Ba akan selalu mengembangkan ke seluruh pelosok tanah air dan mancanegara, cuma berhubung SDM dari pengurus pusat dan pelatih2nya terbatas maka program tsb pelan2 saja, tapi kalau Anda ingin membantu mengmbangkan di Banjarmasin sangat dipersilahkan, hanya saja Anda berlatih dahulu di Sin Lam Ba di daerah Pontianak dengan Perawat disana, kontak aja ke Sekretariat Pengurus Pusat PS. Sin Lam Ba di 021-8306129 (dengan Bang Didi) bilang aja minta no. telp Perawat Kalimantan (Pontianak).

      Untuk alamat makam H. Odo bin Syech Abdul Karim Banten kami mash keberatan utk memberitahunya. Tapi suatu saat akan kami kabari. Tpi silahkan lihat di facebook aja, ada foto2 makam-ya (napak tilas)

  2. Very interesting and beautiful site. It is a lot of ful information. Thanks.

  3. Assalamu’alaikum wr wb.
    Saya sependapat dengan bp. Abu Akmal.
    Untuk informasai, beberapa waktu sebelum meninggalnya bp. H. HArun Achmad, saya pernah berbincang tentang keberadaan keluarga H. Odo (Cuma setelah saya baca sejarah sin lam ba, saya menjadi bertanya-tanya mana yang benar Odo bin Abdul Karim atau Odo bin Adam).
    Pernah beliau ceritakan: beberapa waktu sebelumnya ada ikhwan dari banten yang memperkenalkan seseorang kepada pak H.harun, bahwa orang tersebut adalah keturunan dari H.Odo, namun informasi yang saya terima tidaklah lengkap. namun demikian kedatangan/silaturahim tersebut sudah lebih dari cukup dan membahagiakan H.Harun.
    Hingga detik terakhir sepeninggal H.Harun, beliau belum sempat berkunjung atau napak tilas ke ‘bekas’ pesantren H.Odo (yang konon sekarang sudah berubah menjadi masjid dan lingkungannya) atau makam H.Odo sekalipun, meski ada niatan yang kuat untuk ke sana.
    Demikian info yang bisa saya tambahkan.
    Al haqqu min rabbik, wan naasu mahallul khatha’ wan nis-yan
    Afwan jiddan

  4. Apa ada alamat cabangnya diJogja,kalo ada dimana alamatnya?

  5. Assalam…
    saya pernah belajar tenaga dalam pada perguruan persalba (persaudaraan lahir bathin) pecahan sin lam ba..
    tapi saya berhenti karena tidak pernah puas atas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepada sang guru.
    mungkin pertanyaanku bisa terjawab di sini.
    pertanyaanku antara lain:

    1. pada mantra (saya sebut mantra karena tidak mengandung do’a pada kalimatnya melainkan hanya berupa statement secara batiniah kepada lawan) ke tiga yaitu “GUE TAHU ASAL LU, 204 SAMBUNGAN”. pertanyaan saya waktu itu, apa benar jumlah sambungan tulang manusia ada 204 sambungan? bukankah jumlah tulang manusia cuma 206bagaimana bisa sambungannya bisa 204?

    2. jika memang jumlah sambungannya 204 sambungan, apakah itu merupakan asal manusia? bukankah itu cuma struktur tulang manusia? jadi jelas perbedaan antara asal dengan struktur.

    3. kalimat laa haula walaa quwwata illaa billah… ketika saya mencoba memahami kalimat tersebut, saya memahami sesuatu bahwa kalimat tersebut tidak ada hubungannya dengan perlindungan melainkan kalimat pengukuh ketauhidan. (itu menurut pemahamanku)

    • yang benar adalah “Saya tahu sambunganmu ada 204 sambungan” itu hanya merupakan statemnt batin utk sugesti kita aja …. pernyataan tsb tdk sudah teliti oleh kalangan akademisi/kedokteran bahwa jml tsb mendekati, ini artinya kok bisa tahu guru kita dlm memberikan statemnet tsb. kalau mau lebih benar lagi “kembalilah ke Sin Lam Ba” karena dikhatirkan ilmu itu tdk diridho oleh Allah dikarenakan Sang Guru alm. H. Harun Achmad tdk akan ridho dunia akherat jikalau ada muridnya yg mengmbngkan tanpa restu-y apalagi nama-y dirubah/diganti. Kami sdh byk membuktikan mereka2 tdk akan bertahan lama dlm pengmbangannya. Karena ilmu ini berasal dari Allah SWT dan Sang Guru sudh bertanggung jawab dunia akherat maka-y kita tinggal melnjutkan saja tanpa hrs merubah / mengganti nama, kalau kta org2 tua kita “takut kualat” …Wallahu ‘alam bishawab”

  6. Assalamu’alaikum wr wb.

    Maaf, kalau boleh tau, yang dimaksud Pak Toha dari cerita sejarah di atas itu apakah Mama Toha Suryaatmadja yang tinggal di Bogor ( Pindah ke Bogor sekitar th 60 atau 70an) ? Kalau Bapak punya photo-photonya boleh dong ditempel di web ini, biar kami bisa tau tokoh tokohnya yang lain. Saya sangat mengharapkan sekali jawabannya. Terimakasih.

    Assalamu’alaikum wr wb.

  7. Assalamu’alaikum wr wb.

    Dengan segala hormat kepda siapa saja yang mengetahui apakah Pak Toha yang dimaksud itu adalah Pak Toha Suryaatmadja seorang polisi yang pernah tinggal di Jl. Bubulak – Bogor, bukan ?
    Terimaksih.

    Assalamu’alaikum wr wb.

  8. saya mrpkn salah satu murid PERSALBA, guru saya Yth. Bp. Syalbani almarhum ), beliau pernah memberikan silsilah perguruan kami, tapi ada nama2 yg saya tidak tau yaitu : 1.H. Amilin ( Bandung )
    2.H.Iskhak musainif
    mohon kalau ada informasi dari nama beliau diatas.

  9. Salam SinLamBa. Sama dg saudara komennya Nun Said, saya juga pernah belajar di Sinlamba Bogor tahun 1998, namun tidak puas dg jawaban2 yg saya ajukan akhirnya sy keluar.Sy memang orang yg rasional jadi segala sesuatu yg saya yakini masih bisa dirasionalkan akan saya coba untuk dirasionalkan tp jawaban2 yg saya terima tdk ada yg memuaskan. Jawabannya selalu,”ini terjadi atas kekuasaan Allah”. Ini jawaban yg benar tapi tidak tepat.Lha wong bulan mengitari bumi pun atas kekuasaan Allah tapi kan bisa dirasionalkan karena Allah Swt juga menyertakan ilmu kauniyah di dunia ini. Gaya jawaban tsb juga mengindikasikan gaya manajemen di Sinlamba yg belum profesional yg berimplikasi pada lambatnya perkembangan PS SinLamBa.Bahkan tanpa bermaksud su’udzon, saya membayar uang “wajib” dan mendapatkan sragam SinLamBa yg kualitasnya luar biasa “seksi” karena bahannya sangat tipis sekali/transparan dan akhirnya tidak saya pakai. Semua yg saya katakan ini demi untuk kebaikan SinLamBa ke depan, mohon maaf jika ada hal yg kurang berkenan di hati panjenengan semua. Trimakasih. Salam dari Rio-Jogjakarta.

    • Salam kembali….. yah kami atas nama Pengurus Pusat PS Sin Lam Ba di Jkt. mohon maaf atas kekecewan sdr. Untuk informasi tntang apa itu “tenaga Dalam” versi Sin Lam Ba? utk jawbn tsb memang trgantung pngetahuan /informasi yg ketua/perawat/guru punya. Utk skrang ini informasi sudh trbuka luas sdr bisa mncari info tsb dimanapun, di toko buku dan yg pasti di internet lah info tsb dpt diperoleh. Namun, sblum infomasi yg Rasional atw ilmiah tsb lahir, Sin Lam Ba sejak dahulu dari Guru kita memmang tdk perlu kita kaji scara ilmiah atw rasional, krna ilmu ini salah satu kekuasaan Allah yg tdk hrs diterima scara Rasional/ ilmiah, hanya saja scara pendkatan ilmu pengetahun skrng ini “sudah bisa” tapi buntut2 yah hrs dgn “Keimanan” kita untk bisa menerimanya krn kalau dgn pndekatan Rasional/ilmiah tdk batasnya tntang ilmu ini, Guru kita mewanti wanti, smakin kita perdlm & ingin tahu akan lbh mendkati ke arah kemusyrikan.nah
      Sebagai Contoh : bahwa ini Tnaga Dalm ini bersmber dri dalam diri kita /dalam tubuh kita diolah, dibangkitkan scar alami dgn latihan2 tertntu
      shinga dpt mnghaslkan tnaga yg luar biasa….memang benar, Sin Lam Ba setuju dgn itu, karna di SLB jg belajar yaitu dg olah nafas tp ada yg tnpa olah nafas yaitu diKedutkan kita punya perut…..kenpa demikian?kalau versi /dari sumber lain mnyatkan bhwa tubuh kita mngandung ion positif & ion negatif, itu scera ilmiah katany bgt…nah guru kita, hanya membri “guidlines” bahwa takutnya kita akan lupa bhwa segala ilmu di dunia ini bersumber dari ALLAH melalui Al Qur’an jadi hanya dgn keimanan kita akan bisa membatasi keingin tahuan kita tntang Rahasia ilmu tsb”. Kalau dgn pengethauan bhwa ini energi Alam Semesta, energi tubuh kita tpi lupa sumbernya darimana itu yg di khwatirkan oleh Guru2 kita mnjadi Musyrik….benar gak?
      Seblum saya tutup, contoh salah satu kekuasaan Allah yg tdk perlu di Rasionalkan, yaitu “perjalanan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. dgn mengendrai Buroq Yang Mulia, dan naek ke langit ketujuh (Ars’), bagaiman mnjelaskna scara ilmiah/teknlogi/Rasional?
      Untuk sekrang dan sterusnya panjenengan jangan kapok untk beljar lg dan mncari informasi tentang sin lam ba …. “sesungguhnya Sin Lam Ba hanya Syari’at aja ..semua kita pulangkan kpada ALLah SWT. Sin Lam Ba TidaK MMENJAMIN 100% orang bisa MENTAL kalau hendak zolim ke kita ataw DIMENTALKAN oleh kita. Semua itu butuh proses, dan yg penting selama kita berlatih dan berpgang teguh pada aturan perguruan dan Agama dan selalu berdoa minta pertolngan ALLAh, Insya Allah dimanapun, kapanpun, kondisi apapun, kita akan selamat, “La haula wala quwata illa billah” dan jgn lupa Si Lam Ba hanya salah satu perantara ataw wadah. DAN sekali lagi, HATI-HATI juga dgn pemahaman yg kurang BENAR tentang ilmu Sin Lam Ba, dari beberapa paham Agama Islam di Indonesia, ada yg bisa menerimat tp ada jg yg menolak ilmu ini, mkanya kita batasi dg pemhamn bhwa “ini rahasia Allah”, slama kita mngikuti aturan prguruan dan agama, insya allah, Allah akan mngirmkan pertolngan dlm bntuk apapun, lewat apapun, sesuai kehendak-Nya. Soal ada yg bilang SLB pake JIN, sah2 aja org bilang krn mrk tdk paham akan ilmu ini, mknya skali lagi dibatasi dgn bhwa ilmu SIN LAM BA adlh ilmu ALLAH, dan sbgai bagian dri ilmu pengetahuan yg diberikan ALLAH kpd manusia, tinggal bagamna kita mmpelajari/menggalinya, slama kita berpegang pada AL Qur’an &Hadits Insya Allah kita slalu dlm lindungan-Nya, kita kbanyakn kecuali ulama2, guru agama trtentu yg bisa peka bhwa ini “ilmu JIN atw bukan” krna kita tdk bisa membdakan pertlongan ALLAH mellaui Malaikat2 atw JIN….benar tidak?tapi ada petunjuk/guidlines peljaran mana dari ilmu ini agar kita slamat dri gangguan2 tsb. Karna sapapun kita, blajar apapun kita apalgi ilmu yg brhungbangn ibadah pasti slalu digoda & diganggu pemahamn pmikiran kita itu….

      Sebagai penutup, dalu kebijakan setiap cabang PS Sin LAm Ba ber beda2… untk pakaian, mungkn Cabang Bogor dulu menjahit pakain sndiri, tp kalau dari Pengurus Pusat kita jamin sragamnya bagus, tebal (dari bahan Japan/Amrika Driil), pas buat ukran tiap org, untk wanita bisa disesuaikn ….
      Bgitu kira2 saudaraku,

      wabillahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikm wr. wb.

  10. Assalamu’alaikum …

    Maaf .. tentang Narasumber Sejarah Sinlamba yang berasal dari “Cucu Haji Odo”… apa betul begitu ?
    Jika memang sahih berita tersebut, bolehkah diberitahukan siapa nama Cucu Haji Odo itu ?

    Terimakasih sebelumnya. Salam …

    • Sebagian memang berasal dari cucunya H. Odo dimana dia sempat ingat waktu pa Toha dtg utk belajar ke pesatren tsb. dan apa aja yg dilakukan pa toha semasa di pesatren, dia mash ingat. ……. mengenai namanya, saya pribadi lupa menanyakan karna yg mengorek informasi adalah ketua pengurus kami …….
      saya kira begitu, terimakasih atas perhatiannya, tpi kalau kami sudah mengetahui akan kami release secepatnya.

  11. Assalamu’alaikum …
    Salam Kenal….
    gymne kbar Sin Lam Ba smua?
    Salam dari Sin Lam Ba JL.Suci (Ciracas)

    • Mohon dibicarakn dgn bapak Yahya disana utk berkoordinasi dgn Pengurus Pusat, satukan visi & misi kita …. ikuti aturan organisasi dgn mnyamakan logo, seragam latihan & pemaham pelajarn yg harus di up grade atw diperbaharui terus mngikuti perkembangn zaman skrng ….. semua anggota sin lam ba adlah pewaris dari H. Harun Achmad khususnya yg blajar langsung di Tebet …tdk ada yg istimewah dimata Beliau (kenapa?krn sy salah seorg yg sering tidur /mnginap serta berdiskusi hmpir tiap hari di rmh beliau) jdi jgn salah pngertian dri alm. H. Harun Achmad, kita disruh meneruskan pelarannya dimana kita berada dgn kta lain di wariskn khusus utk seorg perawat & diajarkn dmana kta berada tp mash dlm koridor Kepengurusan Pusat ….. klau kta mau bijaksna mnyingkapinya …..Cabang Sunter aja yg jelas2 belajar & diwariskan lngsung oleh Engkong Haji Ahmad sbg murid yg belajar langsung dgn Pa Toha bukn dgn alm. H Harun Achmad, skrng brgabung & mau mngikuti aturan organisasi. Pewarisnya adlah Bang Mukhlish (cucu Engkong Ahmad)….. krn dia punya visi & misi yg sma yaitu mengambangkn
      perguruan Sin Lam Ba …… knapa Sin Lam Ba Jl. Suci tdk mau mngikuti aturan organisasi?padahal bersumber & blajar dgn alm. H. Harun Achmad … .???

    • Salam kembali…… tolong sampaikan ke pa Yahya utk bergabung dg Pusat agar lebh besar lagi dan terjalin Ukhuwah Islamiyah …

  12. kami kurang mngethui tentang keberadaan PERSALBA di Kebumen, namun klau memakai tenaga perut tuk mngolah tenaga dalmmnya dan belum lama berdiri, kami insya allah bisa memastikan bersumber dri PS Sin Lam Ba ….. kami sejak 1937 sdah dikenal dan bersifat terbuka shingga byak anggota dri mana saja yg blajar….maka tdk heran ada yg mndirikan sendiri dan berganti nama, namun biasanya mrka akan terputus silsilah asal muasal ilmunya, kla mrka jujur itu bagus, tp byk yg ga jujur tntang asal muasal ilmu tsb. .. namun klau silsilahnya mncantumkan nama syech/guru/Haji/bapk Toha (bin Sieng) itu berarti bersumber dri PS Sin Lam Ba (saudar lahir batin/sa’adah latifah barokah)

    terimkash

  13. assalamualaikum warahmaatullahi wabarakatuh
    maf’ pa saya mau tanya alamat cabang perguruan silat sin lam ba yang ada di kalimantan selatan tepatnya di kota madya banjarbaru, adanya di mana ? mohon bantuanya ……….wasalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: